kain wol hitam, cokelat, dan abu-abu

Kain Wol: Spesifikasi, Plus-minus, dan Harga Terbaru

Posted on

Kain wol adalah bahan tekstil berupa serat bulu yang didapatkan dari hewan seperti domba. Ada juga yang berpikir bulu ini merupakan komoditas dari hewan-hewan berbulu lebat yang berguna untuk menghangatkan tubuh. Konon katanya, pemanfaatan rambut hewan sudah dilakukan sejak era 8000 sebelum Masehi. Saat itu, manusia dapat menjinakkan hewan berbulu macam domba untuk pertama kalinya.

Serat wol dapat digunakan dalam berbagai hal di di industri tekstil. Misalnya sebagai bahan baku kain baik dengan memanfaatkan metode rajut atau tenun. Seperti sutera, ada juga kain wol yang orisinil maupun campuran dengan bahan sintetis. Semakin besar kadar kemurniannya, tentu harganya semakin mahal.

Baiklah, mari kita mulai saja bahasan mengenai kain wol ini. Barangkali kamu akan tertarik setelah membaca tentang spesifikasi serta kelebihan dan kekurangannya. Hingga mau langsung membeli. Tenang saja, kita juga melengkapi artikel ini dengan informasi harga kain wol terbaru.

 

Spesifikasi kain wol

Rambut yang tumbuh di sekujur tubuh makhluk hidup, biasanya terbuat dari serat protein. Sama juga halnya dengan kain wol. Serat protein tersebut memiliki susunan lebih dari 20 jenis asam amino yang tergabung menjadi polimer protein. Selain serat protein, kandungan lain yang terdapat dalam serat wol adalah sodium, lemak, juga kalsium. Namun, ketiganya berjumlah kecil sekali kalau dibandingkan kelompok asam amino.

Kandungan-kandungan dalam serat wol, membuat kain ini memiliki daya tahan terhadap gas seperti api. Jalinan seratnya pun begitu kuat, hingga memiliki tingkat elastisitas mencapai 50% lebih saat basah dan 30% ketika kering. Sirkulasi udara dalam kain wol juga tergolong baik sehingga cenderung dingin saat dipakai di cuaca panas. Namun, tentu saja ini tergantung pada tingkat ketebalan kain itu sendiri.

Cara pembuatan bahan wol

Tidak semua bulu hewan dapat dibuat menjadi bahan wol. Bahan terbaik yang mudah ditemui adalah bulu domba. Bulu domba ini dicukur, lalu dicuci hingga bersih sampai tidak menyisakan kotoran.

Proses mencukur bulu domba sebagai bahan mentah wol
Proses mencukur bulu domba sebagai bahan mentah wol.
Sumber: YouTube

Ketika proses pembersihan selesai, bulu-bulu domba dikeringkan kemudian diberi pewarna. Sebelum melewati proses tersebut, ada juga yang menyusunnya agar rapi. Proses penyusunan bulu domba ini dinamai “roving”. Dari sini, kita baru akan menentukan metode apa yang digunakan untuk menjadikan bahan wol menjadi kain apakah memakai tenun atau rajut.

Bila menginginkan tenun, bahan akan diperhalus lagi. Sedangkan bahan wol rajut lebih menggunakan benang tebal. Barulah setelah melewati salah satu dari dua proses tersebut, kain wol sudah siap sebagai bahan produksi tekstil siap pakai.

Bagaimana cara merawat kain ini?

Ada tiga proses yang seharusnya diperhatikan dalam usaha perawatan kain. Tiga proses tersebut adalah pencucian, penyeterikaan, juga penyimpanan.

Dimulai dengan proses pencucian yang ternyata bisa dilakukan dengan dua cara, baik manual maupun menggunakan mesin cuci. Keduanya bisa dilakukan asal tidak menguceknya dengan kasar atau menyikat kain terlalu keras. Setelah itu, keringkan kain memanfaatkan sinar matahari. Jangan pakai “hair dryer” karena akan merusak bulu-bulu kain.

Selain itu, perhatikan juga urusan menjemur pakaian. Menjemur kain wol sangatlah berbeda karena kain haruslah diletakkan di permukaan datar. Ini karena menjemur wol berdiri, dapat mengubah bentuk kain.

Proses selanjutnya adalah menyeterika kain. Hindari menggunakan panas berlebih, pilih setelan hangat untuk menyeterika bahan wol. Bila perlu, lapisi lapisan besi seterika dengan kain lain agar wol tidak bersentuhan langsung. Bila permukaan seterika terlalu panas, permukaan wol akan terlihat mengkilat yang tandanya ada kerusakan dalam serat kain.

Terakhir, dalam urusan penyimpanan sebenarnya tidak ada yang sulit. Cukup pastikan wol tersimpan di tempat yang kering. Kering berarti tidak lembab dan terhindari dari paparan sinar matahari langsung.

 

Kelebihan wol dibanding kain-kain lain

Kelebihan kain satu ini sebenarnya sederhana. Ia tergolong sebagai kain nomor wahid karena prestasi menjadi kain terawet dalam industri tekstil. Terlebih lagi, bahan baku alami membuatnya sulit ditiru sehingga bisa dipastikan keaslian kain dengan mudah.

Proses pemintalan benang wol dari bulu domba
Proses pemintalan benang wol dari bulu domba.
Sumber: Dunia Peternakan dan Agribisnis

Apalagi tenunan serat dengan kerapatan tinggi, membuat kain ini sukar ditembus oleh udara dingin. Kesulitan udara menembus serat wol, membuat wol sulit terbakat akibat tidak adanya oksigen di sela-sela serat kain.

Kelebihan lainnya pun sangat menguntungkan bagi pengguna kain. Wol memiliki lapisan anti sinar ultraviolet alami, menyerap cairan dengan cepat, serta tidak menimbulkan iritasi.

Bagaimana dengan kekurangannya?

Wol tidak populer di Indonesia karena kita tidak memiliki musim dingin atau salju. Otomatis kurang sesuai, apalagi wol lebih cocok dipakai di negara empat musim akibat karakteristik kainnya. Namun bukan berarti tidak ada. Kita mengenal campuran wol dengan katun atau sutera agar lebih nyaman dipakai di iklim tropis.

Kekurangan lainnya adalah kemampuan wol untuk menyerap cairan, membuat noda atau kotoran sulit dibersihkan. Jadi hati-hati kalau mengenakan fesyen wol, jangan sampai ketumpahan cairan atau kecipratan kotoran. Proses pembersihannya susah dan cenderung meninggalkan noda permanen.

Kekurangan kain ini yang terakhir adalah bobotnya sulit dikompromikan. Wol cenderung berat karena ikatan serat yang rapat sehingga lebih tebal.

 

Harga

Kamu bisa menemukan kain wol dijual di berbagai tempat, namun jangan kaget begitu melihat harganya ya. Biasanya ada penjual yang menjual produknya dengan format meter atau kilogram. Untuk format meter, ukuran yang paling mudah ditemui adalah 1 x 1,4 meter dengan harga antara Rp 200.000 – Rp 300.000-an. Harga tersebut merupakan banderol untuk kain wol murni atau 100 % bulu domba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *