berbagai jenis kain sutra polos dengan beragam warna

Kain Sutra Terbaru: Ciri, Pembuatan, dan Harga di 2020

Posted on

Kain sutra telah menjadi komoditas tekstil yang digemari dari ratusan tahun silam. Bahkan jalur perdagangan Tiongkok dinamai “sutra” karena menjadi rute utama untuk perdagangan kain ini. Umat Islam sendiri pun menggemari kain halus tersebut, hingga hanya wanita yang menjadi sebaik-baiknya perhiasan boleh mengenakannya. Kaum Adam dilarang keras memakai bahan sutra, kecuali mereka yang kulitnya hanya bisa bersentuhan dengan kain-kain tipe sejenis.

Sutra juga menjadi simbol prestis di kalangan bangsawan. Proses pembuatan dan pemintalan yang panjang membuat sutra berharga mahal. Sehingga tidak semua orang bisa membeli kain premium ini. Orang-orang pun berlomba-lomba untuk menciptakan sutra sintetis agar bisa mengakali harga mahal itu. Meskipun sutra sintetis lebih murah daripada aslinya, harga pasarannya tetap lebih tinggi dibandingkan kain jenis lain.

Yuk, kita bahas ciri, pembuatan, dan harga kain sutra terbaru!

 

Ciri-ciri sutra asli dan sintetis

contoh sutra yang dipintal berwarna orange
Contoh sutra yang dipintal berwarna orange.
Sumber: Bukalapak

Karena banyaknya peredaran kain sutra palsu dan sintetis yang hampir menyerupai sutra asli, pelaku industri konveksi harus jeli melihat perbedaannya. Ini karena selisih harga yang jauh antara sutra asli dan sintetis. Artinya kita akan merugi dengan hitungan yang cukup lumayan kalau salah membeli. Lalu bagaimana cara mengetahui sutra asli? Berikut ulasannya.

  • Sutra asli memiliki kemampuan untuk menyaring sinar UV atau ultraviolet sehingga dapat melindungi Kesehatan serta kelembaban kulit. Berbeda dengan sutra sintetis yang di mana serat-serat kain dari bahan kimia cenderung mengalami kerusakan ketika disinari sinar UV.
  • Serat sutra asli mempunyai ciri khas seperti rambut atau bulu manusia. Itu artinya saat dibakar cenderung awet atau sulit dilalap api. Baunya pun mirip rambut atau bulu manusia yang dibakar karena adanya keratin.
  • Serat kain sutra mempunyai kandungan protein yang dihasilkan secara alami oleh ulat. Protein tersebut bernama fibroin dan cenderung memendarkan cahaya seperti Mutiara.
  • Kemampuan kain untuk menyerap cairan juga termasuk dalam kategori kelas atas. Akibatnya sutra dapat menstabilkan suhu. Saat pemakai kain berkeringat karena suhu panas, dia malah akan merasakan sensasi dingin di atas kulitnya.
  • Serat sutra mempunyai ikatan yang kuat antar benang-benangnya sehingga sangat sulit untuk sobek.
  • Permukaan kain yang halus diakibatkan oleh sebuah kandungan asam bernama amini sehingga mampu meredam gesekan.

Itulah ciri-ciri utama kain sutra. Adapun untuk karakteristiknya adalah sebagai berikut.

  • Benang sutra terdiri dari komposisi fibroin dan sericin. Setidaknya rasio kedua bahan utama tersebut adalah 4:1. Fibroin merupakan protein yang dihasilkan ulat sutra, sementara sericin ialah bahan seperti karet.
  • Bahan sericin membuat sutra dapat melar hingga tujuh kali lipat dari panjangnya semula. Sayangnya kemampuan elastis ini akan hilang secara berangsur-angsur hingga pada akhirnya serat benang putus.
  • Bahan kain satu ini juga memiliki daya tahan terhadap kerutan sehingga permukaan kain selalu terlihat halus.
  • Kain cenderung jatuh sehingga membentuk lekuk tubuh yang menonjol. Secara estetika, karakter ini merupakan nilai lebih kain yang disebut “drapability”
  • Sutra merupakan konduktor panas yang bagus.
  • Kain ini juga memiliki kemampuan menyerap cairan dengan cepat. Kemampuan menyerap ini hanya khusus untuk cairan, yang mana kotoran dan debu tidak dapat bercokol di rongga-rongga kain. Hanya cairan yang memiliki sifat mengikuti bentuk rongga srat kain, yang dapat masuk ke dalamnya.
  • Kandungan protein pada serat-serat kain memiliki kemampuan untuk menarik serangga, karena itu kain sutra harus disimpan di tempat yang tertutup.

 

Pembuatan kain sutra terbaru dari serikultur

Peternakan ulat sutra
Peternakan ulat sutra.
Sumber: Natural Silk Agribusiness, Sutera Alam di Indonesia WordPress

Sutra yang paling mudah dijumpai, berasal dari kepompong larva ulat sutra murbei. Nama latinnya ialah “Bombyx mori” di mana kebanyakan ulat-ulat tersebut sengaja dikembangbiakan. Pengembangbiakan ini disebut serikultur. Kepompong ulat murbei memiliki sifat berkilau, halus, namun keset alias tidak licin.

Kilau serat sutra berasal dari struktur serat berbentuk prisma segitiga. Prisma segitiga tersebut membiaskan cahaya yang datang sehingga tampak pendaran cahaya.

Agar serat sutra yang diambil memiliki kualitas prima, maka ulat harus dibunuh sebelum berubah menjadi ngengat. Ngengat cenderung merusak kepompong dengan memakannya, sehingga serat sutra yang dipintal tidak bisa menghasilkan benang berukuran panjang.

Inilah penyebab utama orang-orang lebih memilih kain sutra pintalan dari serikultur daripada kepompong di alam liar. Kepompong di alam liar cenderung sudah rusak karena dimakan oleh ngengat yang keluar dari dalamnya.

Lalu bagaimana membunuh ulat agar tidak menjadi ngengat namun juga tidak merusak kepompong? Jawabannya adalah dengan merendam kepompong dalam air panas atau bisa juga ditusuk jarum berdiameter kecil.

Selain ulat, ada beberapa jenis hewan lain yang juga bisa menghasilkan sutra. Umumnya yang mudah dan paling sering dicari ialah sutra dari jaring laba-laba (arachnida) yang disebut Qmonos. Konon Qmonos berharga sangat mahal karena memiliki kekuatan luar biasa. Kekerasannya dapat mengalahkan baja hingga lima kali lipat, sementara kaitan antara seratnya diperkirakan  tiga kali lebih kuat dari rompo anti peluru (kevlar).

 

Harga kain per meter

Ada beberapa jenis tingkatan kain sutra berdasarkan harganya. Pertama, kain sutra dengan harga paling murah ialah sutra polos yang dijual dengan kisaran Rp 95.000 – Rp 300.000-an. Setingkat di atas sutra polos ialah sutra motif dengan rentang harga Rp 350.000 – Rp 500.000-an. Sutra motif pun masih dibagi-bagi berdasarkan kompleksitas motifnya. Semakin kompleks, maka harganya akan kian melambung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *