tiga macam bahan fleece

Bahan Fleece: Spesifikasi, Karakteristik, dan Harga Terbaru

Posted on

Bahan fleece merupakan salah satu bahan yang populer digunakan di dunia konveksi. Apakah kamu pernah punya pengalaman menggunakannya? Kalau iya, kamu akan memiliki pengalaman yang familiar dengan penjelasan di dalam artikel mengenai spesifikasi, karakteristik, dan harga terbaru ini.

Biasanya orang-orang memanfaatkan fleece untuk membuat pakaian yang bertujuan menghangatkan pemakainya. Contohnya seperti hoodie atau sweater. Ini karena kain fleece cenderung lembut dan memiliki bulu-bulu halus di permukaannya. Tekstur tersebut membuat fleece dapat menyimpan kalor dengan cukup baik.

Kain fleece memiliki beragam varian dengan spesifikasi yang berbeda-beda. Biasanya varian tersebut dinamai dengan bahan campuran yang digunakan untuk memberi variasi karakteristik kain. Misalnya saja fleece polyester, fleece mikro, fleece polar, dan lain sebagainya.

Penasaran ingin mengenal bahan fleece lebih jauh? Ini pembahasannya.

 

Spesifikasi bahan fleece

Seperti yang sudah diutarakan sebelumnya, kain fleece lebih banyak dipakai untuk baju hangat. Biasanya kain ini akan laku menjelang musim dingin karena orang-orang membutuhkan baju hangat untuk beraktivitas di musim tersebut.

Tidak sedikit juga yang memanfaatkannya sebagai baju pelengkap di musim panas. Penjahit akan memilih fleece dengan pori-pori besar. Jadi meskipun kainnya tebal, namun sirkulasi udara yang keluar dan masuk akan membuat sejuk permukaan kulit.

Selain baju hangat, fleece juga banyak dicari sebagai bahan baku pembuat selimut. Penyebabnya karena permukaan kain yang lembut sehingga nyaman digunakan saat tidur, sekaligus menutupi tubuh agar badan tetap hangat. Coba amati kain yang digunakan untuk selimut ketika kamu belanja atau tidur di hotel kalau tidak percaya.

Perbedaan kain fleece dengan baby terry
Perbedaan kain fleece dengan baby terry.
Sumber: Knitto

Lalu, apa sebenarnya bahan pembuat fleece? Kain ini diolah dari polyethylene terephthalate atau istilah singkat dan terkenalnya adalah PET. Bahan tersebut digabungkan dengan nylon, lycra, serta campuran bahan sintetis. Dari sini kita tahu bahwa fleece sebenarnya bukanlah bahan alami yang diolah langsung dari alam seperti katun.

Meskipun diolah lewat campuran bahan kimiawi, namun bahan fleece termasuk kategori kain ramah lingkungan. Awal ditemukannya fleece adalah upaya untuk mengganti bahan wool yang mahal. Dari usaha tersebut, maka para pemain tekstil mengolah bahan-bahan yang sudah disebutkan pada paragraf sebelumnya.

Bahan-bahan tersebut dibuat dengan menyusunnya ke dalam bentuk benang. Benang atau serat fleece ini kemudian, dipuntir sampai terbentuk benang yang dirajut satu sama lainnya. Ukuran benang yang dirajut ini, dapat diubah sesuka hati sesuai dengan ketebalan fleece yang diinginkan pengrajut.

Ada dua patokan yang perlu diketahui ketika merajut fleece. Dua patokan tersebut adalah diameter benang dengan angka tinggi dan rendah. Angka tinggi membuat tekstur benang menjadi makin halus dan beratnya kian enteng. Nah, ini berlaku juga sebaliknya.

Penjelasan di atas memberikan uraian pada kita tentang bagaimana merawat agar bahan fleece yang kita gunakan dapat bertahan lama. Sebenarnya tidak terlalu merepotkan dan justru perawatannya lebih mudah, namun tidak ada salahnya menambah pengetahuan untuk jaga-jaga, bukan? Siapa tahu kamu bakal berurusan dengan kain fleece dalam waktu dekat.

Kain fleece meskipun memiliki tekstur berbulu, namun tidak serewel kain berbulu lainnya. Seratnya yang kuat, membuat bahan fleece tahan dicuci dengan mesin. Meskipun begitu, atur suhu air dan kecepatan putaran mesin pada pengaturan angka paling rendah. Ini adalah langkah antisipasi agar tidak ada kerusakan yang terjadi di kemudian hari.

Kain fleece sebenarnya memiliki ketahanan yang kokoh terhadap air dan daya serapnya juga bagus. Sayangnya, kemampuan ini bisa dirusak oleh bahan kimia macam pewangi, pelembut, dan pemutih. Hindari tiga bahan kimia tersebut, ya.

Kain fleece dengan aneka warna di pasaran
Kain fleece dengan aneka warna di pasaran.
Sumber: konveksihasan.com

Sebagai tambahan, kain fleece juga peka terhadap panas berlebih. Ia akan kesulitan menjaga warna apabila terkena panas matahari langsung. Maka lebih baik ketika menjemur kain fleece, taruh bagian dalamnya yang menghadap arah datangnya panas. Kamu juga dianjurkan untuk tidak menyeterika bahan fleece.

 

Karakteristik berdasarkan spesifikasi

Sedikit banyak penjelasan mengenai karakteristik sudah diulas pada bagian di atas. Kali ini, kita akan menguraikannya berdasarkan penjelasan tersebut secara lebih rinci.

Pertama, serat kain yang bagus untuk lalu lintas udara. Ini penting untuk menjaga agar kulit tidak lembab saat berkeringat, selain itu juga menjaga kalor tertahan sehingga tubuh tetap hangat. Karakteristik ini merupakan sifat “breathability” kain isolator yang khusus untuk bahan fleece.

Sirkulasi udara yang bagus, membuat kain fleece dapat menahan kalor dan mengeluarkan air dengan lebih baik. Akibatnya kamu akan menemukan baju atau selimut dari kain fleece lebih cepat kering dibandingkan bahan-bahan jenis lain yang memiliki ketebalan sama. Selain itu, campuran bahan kimia PET membuat fleece memiliki sifat elastis sehingga dapat melar.

Karena terbuat dari bahan kimia, kain ini juga relatif terjangkau dibandingkan bahan alami. Apalagi dengan kemampuan elastisitasnya, membuat fleece tergolong sebagai kain yang awet. Sayangnya, fleece juga memiliki kelemahan yaitu sisi luar kain yang mudah mengelupas akibat panas.

Kelemahan itulah yang membuat kamu harus hati-hati. Jangan sampai menjemur permukaan luar bahan fleece langsung menghadap ke sumber panas. Selain itu, penggunaannya juga harus dibersihkan berkala karena serat-serat bulu dapat menjadi jaring debu dan kotoran.

 

Harga bahan fleece

Apakah kamu sudah mencermati ulasan Ahyana tentang kain dari bahan kimia lain? Misalnya saja bahan polyester? Mereka memiliki satu kesamaan, yaitu harga yang terjangkau. Sebagai contoh katun fleece yang harga per kilogramnya bisa dibeli dengan uang Rp 90.000-an.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *