model cewek korea memakai jaket stylish biru muda dari bahan baby canvas

Bahan Baby Canvas: Spesifikasi dan Harga Terbaru

Posted on

Bahan baby canvas sekilas terdengar seperti genre lukisan, padahal ini merupakan sebuah jenis kain. Kain baby canvas banyak digunakan untuk membuat fesyen sejenis jaket. Coba lihat koleksi jaket kamu, jangan-jangan di antara mereka ada yang menggunakan kain jenis ini. Biasanya jaket baby canvas memiliki ciri-ciri kain yang nyaman digunakan, hangat, agak kaku, dan cenderung “stylish”.

Baby canvas kerap ditemukan pada jaket dengan gaya bomber dan varsity. Keduanya merupakan model jaket yang sangat diminati karena memiliki aura “anak muda banget”. Corak warnanya pun cenderung pastel. Nah, tanpa membuang kata lagi, yuk kita bahas seperti apa sih bahan baby canvas itu.

 

Spesifikasi bahan baby canvas

Nama kain baby canvas cenderung asing terdengar, apalagi kalau tidak aktif bekerja di dunia tekstil. Baby canvas merupakan jenis kain yang menjadi varian dari kain canvas. Ciri utamanya ialah permukaan kain yang rata, cenderung tipis, serta pori-pori kain begitu kecil sehingga sulit terlihat.

Meskipun tipis, namun serat kain memiliki angka ketebalan yang besar. Sambungannya pun kuat karena pada awal ditemukannya, baby canvas dipakai sebagai alas melukis yang harus tahan goresan pena, pensil, serta sanggup mewadahi warna cat. Baru kemudian pada perkembangan selanjutnya, baby canvas dipakai sebagai bahan dasar jaket, tas, aksesoris, sampai sepatu.

Jenis kain dalam keluarga canvas lainnya adalah blacu, terpal, sueding, polyester, ripstop, serta marsoto. Baby canvas cenderung lebih tipis bila dibandingkan dengan saudara-saudaranya yang lain. Namun mereka memiliki kesamaan yaitu opsi finishing kain yang variatif. Contohkan saja teknik kedap air, woven rapier, dan lain sebagainya.

Serat baby canvas yang tergolong tebal dibandingkan kain umumnya, membuatnya sulit menekuk sehingga tidak mudah kusut. Tekstur permukaan kain pun terasa lembut bila diusap karena ikatan serat benang yang kuat, sehingga tidak mudah terburai. Cocok untuk kamu yang menghendaki kain dengan warna merata (flat) dan pastel untuk bahan komposisi foto instagenik.

tas canvas warna putih dengan motif pita pink
Tas canvas warna putih dengan motif pita pink.
Sumber: aminama.com

Meskipun kain baby canvas telah dijelaskan dengan banyak kelebihan, tentu juga ada kekurangannya. Mungkin kamu sudah terlanjur senang karena menemukan kain yang cocok untuk menghias feed Instagram, namun muncul rasa kecewa saat mengetahui ada kekurangannya. Tenang, kekurangan baby canvas bukanlah hal vital yang akan mengganggu rencana perjuanganmu menjadi selebgram.

 

Kekurangan dan kelebihan bahan yang patut dipertimbangkan

Kekurangan kain andalan para pecinta foto fesyen ini sebenarnya sederhana, yaitu ikatan serat kain. Maksudnya adalah ikatan serat kain baby canvas gampang terputus jika sering mengalami gesekan. Akibatnya kamu akan melihat serabut-serabut benang di permukaan kain bila kerap mencucinya secara kasar.

Kelemahan itu sebenarnya bisa diakali asalkan kamu bisa memilih bahan baby canvas yang memiliki kualitas spesial. Kualitas kain baby canvas level rendah sangat tidak dianjurkan untuk penggunaan jangka panjang. Selain ikatan serat yang mudah putus, warnanya pun gampang pudar apalagi bila terkena cairan.

Bayangkan kelemahan tersebut dibandingkan seabrek kelebihan sebagai berikut:

  • Harga relative terjangkau dibandingkan bahan dengan kualitas setingkat
  • Cocok dipakai sebagai fesyen luaran yang langsung dapat dilihat orang lain
  • Kainnya sulit kusut sehingga mengirit tenaga dan waktu untuk seterika
  • Cenderung lebih awet dan enak dipakai di tubuh
  • Tidak menyebabkan iritasi pada kulit karena tekstur bahan yang lembut
  • Tidak terlalu kaku, sehingga dapat mengikuti lekuk tubuh sambil memberi bentuk
  • Ketersediaan warna kekinian sehingga cocok digunakan sebagai elemen dalam fotografi fesyen

Nah, itulah kelebihan dan kekurangan baby canvas. Kalau kita hitung seksama, lebih banyak kelebihan dibandingkan kekurangannya. Namun keputusan untuk tetap menggunakannya atau tidak tetap berada dalam pertimbangan kamu.

 

Tips dan trik dalam perawatan

Kita sudah membahas bagaimana sebuah kain baby canvas dapat menjadi opsi bahan fesyen yang sangat berguna. Hanya saja kekurangannya adalah kerentanan akan terputusnya serat bila terlalu banyak digosok. Maka apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kerentanan kain baby canvas tersebut? Tentu kita harus mengetahuinya agar cermat merawat fesyen baby canvas kita.

Jaket kasual dari material baby canvas dipakai tiga model cantik
Jaket kasual dari material baby canvas dipakai tiga model cantik.
Sumber: Terminal Fashion

Pertama, adalah menghilangkan noda yang menempel pada kain baby canvas. Kita tidak perlu langsung melemparkan kain tersebut ke mesin cuci. Atau jangan-jangan, kamu mau merendamnya dengan deterjen lalu mengucek dan membilasnya? Cara demikian tidak perlu dilakukan.

Cukup teteskan air melingkupi area noda. Akan lebih bagus lagi bila dicampur dengan sedikit deterjen cair. Tidak perlu sampai berbusa-busa, secukupnya saja baru kemudian digosok pelan hingga noda luntur atau menghilang. Bila membandel, barulah kamu disarankan mencuci kain tersebut.

Cara terbaik mencuci kain baby canvas adalah menghindari mesin cuci. Cukup kucek dan bilas, atau bisa juga dengan sikat berbulu lembut. Setelah itu baru dibilas sampai bersih.

Cara mencuci ini juga bermanfaat sebagai langkah antisipatif agar warna kain tidak mudah pudar. Bila terpaksa harus menggunakan mesin cuci, maka aturlah kecepatan mencucinya pada level paling lembut atau pelan. Tujuannya agar serat kain tetap terjaga dan tidak mudah putus karena gesekan yang cepat.

Setelah dicuci, kita akan menjemur baby canvas. Hindari tatapan langsung sinar matahari pada permukaan kain. Setelah kering, kita juga boleh menyeterika kain asalkan pada tingkat panas medium.

 

Harga terbaru

Ada harga, ada kualitas. Prinsip tersebut juga berlaku pada bahan baby canvas. Untuk baby canvas campuran polyester, harga per meternya sekitar Rp 30.000-an. Sedangkan campuran katun lebih mahal, yaitu Rp 45.000-an.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *